Admin1

Perbedaan Hadiah Dengan Suap

Perbedaan Hadiah Dengan Suap
Decrease Font Size Increase Font Size Text Size Print This Page

Beda Hadiah dengan Suap

تهاد وتحابوا

Rasulullah bersabda, “Hendaknya kalian saling memberi hadiah niscaya kalian akan saling simpati dan mencintai” [HR Malik dalam al Muwatha’].

لو أهدى إلي ذراع أو كراع لقبلت

Beliau juga bersabda, “Andai aku diberi hadiah berupa hasta kambing atau kaki kambing niscaya akan kuterima” [HR Bukhari]

Hadits pertama di atas menunjukkan bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk saling memberi hadiah karena hadiah itu memiliki faedah adanya kedekatan hati di antara kaum muslimin dan menghilangkan hasad atau iri dengki dari hati. Sedangkan hadits kedua menunjukkan tidak sepatutnya menolak hadiah meski nilai hadiah tersebut remeh.

Anjuran di atas tidaklah berlaku untuk hakim atau orang semisalnya [baca: pejabat negara], itulah orang orang yang sama sekali tidak boleh diberi hadiah dalam rangka antisipasi terjadinya suap. Nabi bersabda, “Allah itu melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap dalam peradilan” [HR Ahmad dan empat kitab sunan, dinilai hasan oleh Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban].

Hadiah itu haram diterima sehingga orang yang menerima hadiah berhak mendapatkan ancaman dalam dua kondisi:

Pertama, hadiah tersebut adalah kompensasi dari kewajiban yang seharusnya dijalankan oleh penerima hadiah [baca: uang tips dll]

Kedua, hadiah tersebut berkonsekuensi penerima hadiah harus melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh penerima hadiah.

Hadiah dalam dua kondisi di atas tergolong suap.

Jika penjelasan di atas sudah bisa dipahami dengan baik bisa kita simpulkan bahwa menerima hadiah yang berasal dari orang yang memberikannya dengan penuh ketulusan dan pemberi tidak memiliki tendensi yang ‘bermasalah’ serta tidak memiliki maksud yang tidak baik hukumnya tidaklah mengapa.

Walhasil, orang yang diberi hadiah sepatutnya membalas pemberi hadiah dengan hadiah yang semisal.

Nabi bersabda,

من أعطي عطاء فليجزه فإن لم يجد فليثن به

“Siapa saja yang mendapatkan pemberian hendaknya dia membalas pemberi hadiah. Jika tidak dia jumpai sesuatu yang bisa digunakan untuk membalas hendaknya dia menyanjung pemberi.” [HR Abu Daud dan Tirmidzi].

Sumber: http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&lang=A&Id=5794

Artikel www.PengusahaMuslim.com

 

 

Silahkan SHARE bila dirasa ini bermanfaat. Dukung dan sebarkan kebaikan ini ke semua saudara-saudara dan sahabat Anda, ajaklah mereka berpartisipasi dalam kebaikan. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (H.R. Muslim)

GRATIS 10 Juta ++ Alamat Email Indonesia, 100 Juta ++ Alamat Email Internasional, 6.000 Lebih Alamat Milist, Data Base 230.537 Perusahaan Indonesia, 27.875 Perusahaan Luar Negeri, Database Situs Iklan Gratis, Database Forum, Software Pengirim Email Massal. Baca terus informasinya dibawah.

Daftar menjadi anggota MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) dan dapatkan 8 manfaat yang akan menjadikan Anda PENGUSAHA serta meningkatkan omset bisnis Anda !

daftar_sekarang