Admin1

Tentang MTW

Tentang MTW
Decrease Font Size Increase Font Size Text Size Print This Page

Gerakan EKONOMI UMMAT BERBASIS MASJID: Ekonomi adalah cara Dakwah Baru di Zaman Baru !

 

…0,2 % orang Indonesia menguasai 74 % tanah di Indonesia….Apalagi yang 0,2 % itu, maaf-maaf bila pake Bahasa lama Non Pribumi.”

Prof.Yusril Ihza Mahendra

 

“Saya tambahin, 50 % kekayaan Indonesia hari ini milik 1 % orang Indonesia, 70 % kekayaan milik 10 %…30 % bagi untuk 90 % orang Indonesia.”

Prof.Karni Ilyas

Disampaikan dalam acara ILC (Indonesia Lawyer Club), Tahun Gaduh Berlalu, Tahun… Datang

 

 

Tentang MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha)

MTW adalah kepanjangan dari Majelis Ta’lim Wirausaha, didirikan pada pertengahan tahun 2014 oleh ustaz ValentinoDinsi, SE, MM, MBA , yaitu sesorang yang memeliki kepedulian yang  sangat tinggi atas keberadaan ekonomi umat, khususnya ekonomi umat Islam.

MTW merupakan suatu perkumpulan atau organisasi hasil metamorfosa yang cukup panjang, dimulai dari badan usaha yang bernama Lets Go yang bergerak dibidang training kewirausahaan, kemudian berubah menjadi Rumah Wirausaha, masih bergerak dalam bidang  training kewirausahaan namun dengan sasaran yang lebih luas yaitu keinginan untuk mewujudkan setiap satu rumah memiliki satu wirausaha. Kegiatan training kewirausahaan tersebut diadakan di suatu tempat yang cukup mahal yaitu dengan menyewa ruangan di perkantoran atau pun di Hotel. Secara otomatis biaya untuk mengikuti training tersebut cukup mahal, sehingga hanya orang-orang yang memiliki cukup uang saja yangg bisa mengikutinya.  Sementara orang-orang dari kalangan bawah yang merupakan sebagaian besar pelaku UMKM tidak bisa mengikutinya.

Berubah menjadi Majelis Ta’lim Wirausaha ( MTW ) hanya gara-gara dua orang dari kalangan bawah yaitu seorang penjual nasi goreng keliling dan seorang satpam  yang  datang menemui ustaz Valentino Dinsi dengan tujuan ingin berkonsultasi. Pada saat konsultasi itulah masing-masing dari mereka menyampaikan keinginannya untuk mengikuti training kewirausahaan yang di adakan di Hotel,namun mereka tidak bisa mengikutinya karena terbentur masalah biaya. Atas dasar itulah ustaz Valentino Dinsi menghentikan kegiatan usaha komersil trainingnya dan diganti dengan training gratis yang diadakan di masjid sehingga dapat dihadiri oleh semua kalangan.

Sesuai dengan namanya Majelis  Ta’lim  Wirausaha , maka ada dua kegiatan utama yaitu Dakwah dan Dagang. Dakwahnya di dahulukan kemudian baru dagangnya, hal ini bertujuan agar terbentuk para pengusaha yang memiliki landasan keimanan yang kuat, yang bertakwa kepada Allah SWT.  Untuk itu setiap kegiatan MTW yang diselenggarakan di Masjid maka harus menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya, yaitu para ustaz untuk mengisi dakwahnya dan para pengusaha yag sudah sukses untuk memberikan sharing pengalamannya.

 

Visi:

”Menjadi 10 konglomerasi muslim terkemuka di Indonesia dengan total assets 2000 triliun di tahun 2030”                                

 

Misi:

  1. Membangun ekonomi ummat berbasiskan masjid dan menyatukan seluruh potensi ummat Islam di bidang ekonomi agar ummat Islam dapat mengambil kembali perannya dalam membangun ekonomi Ummat dan mengejar ketertinggalan dibidang ekonomi dari ummat lainya serta mengangkat marwah dan kesejahteraan ummat
  1. Membangun ekonomi umat berbasis Masjid dengan menyebarkan spirit entrepreneurship keseluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia serta mencetak 20.000.000 pengusaha UMKM, 2000 Pengusaha Besar dan 100 Konglomerat yang sholeh dan bertakwa serta memiliki kepedulian terhadap ummat dan terkoneksi dengan Majelis Ta’lim Wirausaha di tahun 2030.

 

Core Competence:

  1. Connecting the dot, menghubungkan berbagai jaringan serta potensi yang dimiliki umat dengan tujuan terjadinya sinergi antar ummat dalam berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi.
  2. Co Creation, yaitu menciptakan suatu kreasi, inovasi, diversifikasi usaha atau strategi bisnis bersama yang menekankan penciptaan terus menerus / berkelanjutan antara nilai-nilai Islam dan usaha untuk menciptakan produk atau usaha baru maupun pengembangan produk atau usaha yang sudah ada.
  1. Resources Base, yaitu menghimpun berbagai sumber kekuatan yang meliputi : Sumber Daya Manusia ( SDM ) , Keuangan (Capital ) dan Sumber Daya Alam yang bisa digunakan untuk membangun ekonomi ummat.

  

MOTO: “Bisnis Untuk Dak’wah, Berdakwah Melalui Bisnis.”

 

 

Ekonomi Menjadi Perhatian Rasulullah Sejak Diangkat Menjadi Rasul

Sejak kemunculannya pertama kali, Islam yang dibawa Rasulullah SAW telah didukung oleh pengusaha dan konglomerat muslim seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan Abdurrahman bin Auf. Dan harus tetap seperti itu sepanjang masa agar Islam tetap jaya, terhormat dan sesuai asholahnya (aslinya).

Hari ini Ummat Islam terpinggirkan.  Semua itu terjadi karena hari ini kita tidak lagi memiliki Abu Bakar, Umar, Usman dan Abdurrahman bin Auf didalam gerakan dakwah ini. Lalu apakah kita cukup mengeluh dan menyesali diri? Tidak berbuat sesuatu untuk merubahnya?

Kekayaan yang hakekatnya adalah milik Allah yang dititipkanNya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan mereka yang mengerti hakekat ini akan menggunakannya untuk menolong agama Allah SWT.

Setibanya Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, maka Rasulullah melakukan tiga hal besar dan strategis dimana setelah itu Islam menyebar kepenjuru dunia. Ketiga hal tersebut adalah:

  1. Membangun Masjid
  2. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshor (Social and Capital Mobilization)
  3. Menguasai Pasar (Ekonomi)

 

Belajar dari Turki

Turki dalam 10 tahun dibawah Erdogan menjelma menjadi negara industry yang maju, bebas hutang dan pusat keuangan nomor 4 di dunia. Dan Erdogan seolah menjadi contoh kepemimpinan bagi negara-negara muslim di dunia. Apa yang telah Erdogan lakukan ?

Banyak yang Erdogan lakukan baik dari sisi politik, ekonomi, social dan budaya, tapi 3 hal inilah yang paling fenomenal adalah:

  1. Gerakan Sholat Subuh Berjama’ah di Masjid.
  2. Gerakan Zakat, Infaq dan Shadaqoh
  3. Gerakan Ekonomi Ummat

PERHATIKAN ! Bukankah apa yang Erdogan lakukan diatas hanyalah MENCONTOH apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) terpanggil untuk membangun kembali ekonomi ummat dengan menjadikan masjid sebagai basis utama pembinaan ummat sebagaimana di zaman Rasulullah SAW.

 

Mengapa Masjid?

  1. Karena Rasulullah Muhammad SAW memulai dan melakukan segala hal dari Masjid dan Erdogan juga berhasil karena mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
  2. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia HM Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, di Indonesia saat ini terdapat kurang lebih 850 ribu masjid dan mushala. Itu yang terdaftar, bagaimana dengan yang tidak terdata?
  3. Penduduk Indonesia berjumlah 254,9 juta jiwa (laki-laki 128,1 juta perempuan 126,8 juta). Selama ini kita bangsa Indonesia hanya menjadi PASAR dan KONSUMEN semata, saatnya Ummat Islam mengambil PERAN EKONOMI.

 

Dengan Model MTW yang sudah terbukti menghasilkan puluhan ribu pengusaha dari masjid di tambah System dan Teknology yang Kami miliki, Insya Allah Gerakan Ekonomi Berjama’ah: Membangun Ekonomi Ummat Berbasis MASJID akan tersebar dengan luas ke seluruh Indonesia.

Untuk itu MTW PUSAT cukup melatih bagaimana membangun dan menerapkan Model MTW serta mengajarkan bagaimana menggunakan System dan Teknologi MTW untuk dapat diterapkan di Masjid baik masjid perumahan, perkantoran, pesantren, kampus dan sekolah serta Komunitas Pengusaha Muslim.

 

Apa Tujuan Gerakan Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjdi ini ?

  • Membangun ekonomi ummat berbasiskan masjid dan menyatukan ummat Islam di bidang ekonomi agar ummat Islam dapat mengambil kembali perannya dalam membangun ekonomi Ummat dan mengejar ketertinggalan dibidang ekonomi dari ummat lainya
  • Menjadikan fungsi masjid sebagaimana fungsi masjid di zaman Rasulullah SAW.
  • Menjadikan masjid mandiri dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar masjid.

 

Siapa Sasaram Gerakan Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjdi ini ?

  1. Komunitas Pengusaha Muslim
  2. Jama’ah dan Pengurus Masjid Perumahan
  3. Jama’ah dan Pengurus Masjid Perkantoran
  4. Jama’ah dan Pengurus Masjid Kampus
  5. Jama’ah dan Pengurus Masjid Sekolah
  6. Jama’ah dan Pengelola Pesantren
  7. Ormas Islam

 

APA DAMPAK GERAKAN INI BAGI MASJID DAN UMMAT

  1. Gerakan ini akan mengajarkan bagaimana memfungsikan masjid sebagaimana fungsi masjid di zaman Rasulullah SAW.
  2. Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) Pusat akan membantu mengembangkan unit ekonomi di masjid sehingga menjadikan masjid mandiri dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar masjid.
  3. Masjid akan dapat menjangkau jama’ah masjid lebih luas lagi dengan menggunakan Flatform Teknologi yang kami sediakan untuk masjid Anda (masjidkita.org).
  4. Jama’ah Masjid akan mengetahui program kegiatan, laporan keuangan, jadual ustadz yang diadakan masjid Anda dan masjid lainnya dengan Flaform Teknologi yang kami sediakan (masjidkita.org).
  5. Masjid dapat melakukan fund raising bagi kegiatan masjid Anda baik melalui jama’ah masjid Anda dan masyarakat seluruh Indonesia dengan Flatform Teknologi yang kami sediakan (masjidkita.org).
  6. Masjid akan terhubung dengan ribuan masjid lainnya di seluruh Indonesia yang telah mengikuti program ini.
  7. Menjadikan masjid mandiri dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar masjid.

 

Model Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid

 

Slide1

 

PROGRAM DAKWAH

Langkah 1: Majelis Ta’lim Wirausaha Bulanan

MTW kepanjangan dari Majelis Ta’lim Wirausaha. Didirikan oleh Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA dua tahun lalu dengan mengadakan ta’lim di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta dengan menghadirkan pengusaha nasional Sandiaga Uno, Ustadz Nasional DR.Amir Faisol, Menteri DR.Sofyan Jalil, dll yang dihadiri ratusan hingga ribuan jama’ah.

Majelis Ta’lim Bulanan dengan menghadirkan: Ustadz & Pengusaha Nasional

TARGET           : 34 Provinsi (Diadakan di Masjid Raya dengan mengundang masjid-masjid yang ada di provinsi tersebut)

DURASI           : 1 hari

 

 

Langkah 2: Pembentukan Grup Bisnis Berdasarkan Minat dan Keahlian

Setelah kajian MTW bulanan kemudian mengelompokkan jama’ah MTW berdasarkan minat bisnis masing-masing jama’ah seperti: Properti, Fashion, Kuliner, Agro, IT, Pendidikan, Perdagangan Umun, dan lain sebagainya.

Dalam Kelompok Bisnis tersebut jama’ah MTW melakukan berbagai macam aktivitas seperti:

  1. Grup Whats App (WA)
  2. Kuliah WA berupa sharing pengalaman dan rahasia sukses anggota yang telah berhasil kepada seluruh anggota grup.
  3. KOPDAR (Kopi Darat) di restoran atau gedung pertemuan dengan menghadirkan nara sumber pegusaha nasional yang sukses dibidangnya untuk berbagi pengalaman, inspirasi dan motivasi kepada Jama’ah MTW.
  4. KUBIS (Kunjungan Bisnis) dengan mengunjungi pabrik atau tempat usaha pengusaha sukses yang menjadi pembicara pada acara KOPDAR sebelumnya.
  5. SINERGI dengan cara membentuk usaha bersama dari anggota grup baik berupa PT (Perseroan Terbatas), Joint Venture atau sinergi lainnya.

TARGET           : Dibentuk oleh masing-masing masjid dan Komunitas Pengusaha Muslim

 

Langkah 3: Menghubungkan Antar Masjid dengan Masjid lainnya dengan Aplikasi MASJID KITA
Masjid Kita dibangun karena adanya kebutuhan untuk menghubungkan masjid dengan jamaahnya melalui media digital. Dengan menggunakan Masjid Kita, masjid dapat mempublikasikan kegiatan sekaligus sebagai sarana berdakwah melalui aplikasi, web, dan TV Masjid. Jangkauan media digital yang luas memungkinkan Masjid Kita dapat menjangkau jamaah di seluruh indonesia.

Masjid Kita awalnya dibangun karena banyaknya permintaan dari Pengurus Masjid, Pesantren, Komunitas Wirausaha Muslim, Majelis Ta’lim Perkantoran, Kampus dan Sekolah  di Indonesia yang mengundang Ust.Valentino Dinsi untuk membuat dan menerapkan sistim MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) di masjid maupun pesantren mereka. Insya Allah dengan platform ini Sistim MTW dapat dimanfaatkan, di cloning dan diterapkan oleh seluruh Masjid dan pesantren di seluruh Indonesia.

Dengan Aplikasi Masjid Kita masjid dapat melakukan:

1.Crowth Funding (Pengumpulan dana untuk renovasi dan kegiatan masjid )

2.Publikasi kegiatan masjid

3.Laporan keuangan transparan

4.Jadual & konsultasi ustadz

5.Waktu sholat, Arah kiblat, masjid terdekat

6.Komunitas wirausaha jama’ah masjid

7.Dll

TARGET           : 100.000 masjid Se-Indonesia akan terhubung dengan aplikasi ini.

 

 

Langkah 4: Pelatihan Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid yang dihadiri ratusan hingga ribuan masjid dan utusan masjid dari seluruh Indonesia

  1. Masjid Perumahan
  2. Masjid Kantor
  3. Masjid Kampus
  4. Masjid Sekolah
  5. Pesantren

TARGET           : 34 Provinsi (Diadakan di Masjid Raya dengan mengundang masjid-masjid yang ada di provinsi tersebut)

DURASI           : 1 hari

 

Langkah 5: WORKSHOP KADERISASI Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid 

WORKSHOP KADERISASI Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid  selama 3 hari yang dihadiri utusan masjid dari seluruh Indonesia sebagai KADER PENGERAK UTAMA MASJID.

Materi yang disampaikan terdiri dari:

  1. Tata Kelola Masjid Modern yang akan disampaikan oleh pengelola masjid yang sudah memiliki Standard ISO 9001
  2. Basic Iman dan Tauhid yang akan disampaikan oleh ustadz dan syaikh yang ahli dibidangnyan seperti Prof.Didin Hafiiduddin, Ust.Bahtiar Natsir, AA Gym, DR.Amir Faisol, dll.
  3. Kebangsaan, akan disampaikan oleh Panglima TNI, Aggota Dewan yang bersih, Pengamat politik dan intelejen yang jujur. Materi tentang proxy war dan kebangsaan akan menambah wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta menumbuhkan ruhul jihad untuk membela tanah air Indonesia.
  4. Kewirausahaan yang akan disampaikan oleh pengusaha nasional yang sudah terbutki seperti Chairul Tanjung, Sandiaga Uno. Musyanif (Dharmawangsa Grup), Nurhayati Subakat (Wardah Kosmetik), Puspo Wardoyo (Wong Solo), Amri (Rabani), dll.

TARGET           : 100.000 Masjid (Diadakan di 34 Provinsi dengan mengundang masjid-masjid yang ada di provinsi tersebut)

DURASI           : 3 hari

 

Langkah 6: CONTOH atau MODEL  MASJID MANDIRI (Ideal)

Model Standard dari Masjid Mandiri untuk tiap jenis masjid di Indonesia:

  1. Masjid Raya (Provinsi)
  2. Masjid Agung (Kabupaten)
  3. Masjid Akbar (Kecamatan)
  4. Masjid Jami’ (Kelurahan)
  5. Musholla

(Dalam bentuk buku dan studi kasus Masjid ber-ISSO 9001, Tata laksana, Kegiatan, Laporan Keuangan, dll)

TARGET           : Buku Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid,”Model Masjid Ideal”                                           (Ditulis oleh Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA dan Tim MTW)

JUMLAH          : 100.000 Eksemplar (Akan dibagikan ke Masjid-masjid di seluruh Indonesia)

 

PROGRAM DAGANG

TEMA: “Membangun Ekonomi Ummat Berbasis MASJID”

Berupa sosialiasi Gerakan Membangun Ekonomi Ummat Berbasi Masjid melalui media cetak, elektronik serta social media.

 

TERITORI: Adalah daerah cakupan dimana gerakan Membangun Ekonomi Ummat Berbasis  Masjid ini beroperasi

Agar Gerakan Membangun Ekonomi Ummat Berbasis  Masjid ini memberikan dampak dan efek yang besar bagi ummat, maka akan dibangun perwakilan MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) di:

  • 34 Provinsi,
  • 517 Kabupaten Kota
  • 20 Negara,
  • 100.000 masjid

 

MASSA (Market)

Dengan digulirkannya Gerakan Membangun Ekonomi Ummat Berbasis  Masjid dan dibangunnya Teritory di seluruh Indonesia, maka akan menghasilkan potensi pasar dan pengusaha dengan kelompok

  • UMKM (20 juta = 100.000 masjid x 200 jama’ah pengusaha/masjid)
  • Pengusaha Besar (2.000 Pengusaha)
  • Konglomerat (100 Pengusaha)

 

APA SETELAH GERAKAN 212

Pada gambar diatas tampak seorang anak yang sedang memegang sebuah buku dan di hadapannya berserakan puzzle. Sang Anak melihat gambar dan mulai mencari potongan-potongan puzzle untuk disusun sesuai gambar. Seperti itulah saya menganalogikan ummat Islam hari ini. Bercerai berai, persis seperti puzzle pada gambar diatas. Padahal Islam adalah agama yang lengkap yang meliputi semua segi kehidupan.

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maaidah: 3]

“Islam adalah sistem yang syamil (menyeluruh), mencakup seluruh aspek kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air atau pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan atau kasih sayang dan keadilan, wawasan dan undang-undang atau ilmu pengetahuan dan hukum, MATERI dan kekayaan alam atau KERJA dan KEKAYAAN, serta perjuangan dan dakwah atau pasukan dan pemikiran.Sebagaimana juga ia adalah aqidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih. Satu sama lain sama dan sederajat dan saling melengkapi”  (Ushul ‘Isyrin (20 Prinsip)

Kebenaran dan Kesempurnaan Islam dalam segala segi kehidupan inilah yang harus kembali kita tampilkan di tengah-tengah manusia sehingga Islam menjadi Rahmatan Lil ‘Alamiin.

Tugas kita mengumpulkan puzzle-puzzle yang berserakan itu kemudian menyatukannya untuk kemudian menampilkannya di tengah-tengah manusia. Sejarah telah membuktikan ketika Islam memimpin peradaban dunia dimasa yang lalu, maka kedamaian, kesejahteraan, keadilan, keselamatan dan hal-hal baik lainya untuk kehidupan dirasakan oleh seluruh ummat manusia.

Apa saja puzzle-puzzle yang berserakan itu? Semua yang menyentuh hidup dan kehidupan manusia adalah puzzle Islam:

 Pembangunan Cabang Ilmu Islam, meliputi :

  1. Ilmu Tauhid
  2. Ilmu Aqidah
  3. Ilmu Fiqih
  4. Ilmu Akhlaq
  5. Ilmu Tajwid
  6. Ilmu Faraidh
  7. Ilmu Mushtalahul Hadits
  8. Ilmu Alat
  9. Ilmu Al-Quran / Ulumul Quran

 

Pembangunan di bidang Politik, meliputi :

  1. Pembinaan politik dalam negeri
  2. Pembinaan politik luar negeri
  3. Pembinaan sistem komunikasi politik
  4. Peranan media massa
  5. Peranan aparatur negara
  6. Pembinaan hukum disiplin nasional

 

Pembangunan di bidang Ekonomi :

  1. Perimbangan struktur ekonomi dengan titik berat industri yang didukung kemampuan agraris
  2. Pembangunan infrastruktur, termasuk perbankan
  3. Pengembangan peranan pelaku ekonomi berdasarkan pasal 33 UUD 1945, untuk mencegah monopoli dllyang merugikan masyarakat
  4. Pembinaan sistem investasi dan permodalan
  5. Pembinaan peningkatan sumber daya manusia dalam kemampuan manajerial
  6. Penguasaan teknologi
  7. Orientasi pertumbuhan pertumbuhan dalam mengelola usaha
  8. Pembinaan sumber daya menusia tenaga kerja terampil

 

Pembangunan di bidang Sosial Budaya, meliputi:

  1. Pembinaan kebudayaan nasional
  2. Pembinaan kehidupan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Pendidikan dan latihan
  4. Pembinaan IPTEK
  5. Pembinaan penelitian dan pengembangan
  6. Pembinaan kesejahteraan sosial
  7. Pembinaan kepribadian nasional

Pembangunan dibidang pertahan dan kemanan, meliputi:

  1. Pembinaan kekuatan pertahan nan  keamanan nasional
  2. Pembinaan industri nasional yang dapat mendukung kepentingan pertahanan keamanan nasional
  3. Pembinaan kemanunggalan TNI dan rakyat
  4. Pembinaan teritorial sebagai sarana mempersiapkan wilayah dan isinya sebagai sarana mempersiapkan ruang dan alat juang
  5. Pembinaan peranan ganda TNI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan sebagai kekuatan soaial politik

Pembangunan dibidang Sain dan Teknologi

Pembangunan dibidang lainnya (Ayo kita identifikasi bersama)

 

Slide2MTW CORE COMPETENCE

Untuk mencapai semua tujuan di atas, MTW mengembangkan 3 Core Competence yaitu:

  1. Connecting the Dots (Networking)
  2. Co-Creation
  3. RESOURCE BASE (HUMAN Resource, CAPITAL Resource, NATURAL Resource)

KONTRIBUSI ANDA DAN KONTRAPRETASI

Adapun kontribusi serta kontrapretasi (win-win solution) yang dapat perusahaan Bapak/Ibu berikan untuk mendukung Dakwah Membangun Ekonomi Ummat Berbasis  Masjid ini dapat Kita bicarakan kemudian.

 

REKENING BANK

Ikhwan/Akhwat dapat berpartisipasi mendukung dakwah ekonomi yang Kami lakukan.

  1. Bank BNI Syariah Ac.3000 700 806 a/n Valentino Dinsi QQ Majelis Ta’lim Wirausaha
  2. Bank Syariah Mandiri  ac  701 404 5141  a/n  Yayasan Indonesia Bangkit

 

PENUTUP

“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.”

(H.R. Muslim)

Demikian Program Dakwah “Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid” ini Kami sampaikan. Atas perhatian, dukungan dan kerjasama yang diberikan Kami ucapkan jazakumullahi khoiron katsiron.

Billahitaufiq Walhidayah Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

 

Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA

Pimpinan Majelis Ta’lim Wirausaha

HP: 081514144583

 

hqdefault

19 Responses to Tentang MTW

  1. Syarifudin Mahusin October 8, 2014 at 9:24 am

    Kami punya stock banyak Kunyit Finger, Powder, ataupun Slice dengan kwalitas terbaik berdasarkan analisa laboratorium scufindo, bagi ikhwan akhwat yang punya jaringan export kunyit ataupun jaringan industri yang berbahan dasar kunyit dapat menghubungi saya di 081280040938 atau PIN BB 2A5729E3 terima kasih

  2. maman warmani November 1, 2014 at 1:16 pm

    aslm, saya mohon informasinya untuk program wirausaha
    apa saja kegiatannya
    tks, atas informasinya
    walsm,
    maman warmani

  3. fidiyah November 5, 2014 at 4:17 pm

    Ass. Saya berniat mengembangkan/menerima tawaran untuk menjadi pengelola sebuah lembaga keuangan mikro (LKM) dikawasan transmiigrasi dengan merubah pola dari konvensional ke syariah saya mohon di berikan infdormasi yang lengkap seputar koperasi syariah ke email saya. saya terima tawaran inisebagai kewajiban saya sebagai muslim yang berada didaerah berkembang yang belum ada lembaga keuangan syariahnya, bahkan sudah ada rentenir dan sudah banyak korbannya. mohon dukungan dan infonya
    wass.

  4. umar nawawi November 12, 2014 at 12:46 pm

    LUAR BIASA….. SUBHANALLAH…. KITA DAPAT BANYAK INFORMASI…TERIMA KASIH.. KAMI SIAP BERGABUNG TUK DAKWAH ISLAMIYAH…. SEMOGA BAROKAH

  5. luna laily December 9, 2014 at 1:05 pm

    Ingin banyak belajar di MTW dan bisa wirausaha.

  6. Mohamad Khoeron Marzuqi December 12, 2014 at 9:00 am

    Kami setuju dengan pergerakan ustadz yang luar biasa. Kami pun saat ini dalam pergerakan yang sama di daerah Yogyakarta, namun karena berbagai keterbatasan belum bisa maksimal. Karena itu jika diperkenankan kami mengharap bisa kerja sama dengan Ustadz Valentino (Rumah Wira Usaha)
    Trimakasih

  7. dian January 27, 2015 at 2:06 pm

    assalamu’alaikum wr.wb. saya ingin belajar wirausaha lebih baik kira2 dimana ya

  8. triyanto January 31, 2015 at 10:23 pm

    Asslmkm wr wb,saya sangat senang se x bs kenal ustd valentino dgn slogan motivasi jgn mau seumur hidup jd org gajian.saya ingin belajar dgn ustd agar tdk jd org gajian selamanya.

  9. Groris Handuk murah February 13, 2015 at 2:01 pm

    Asslmkm wr wb.trimaksi atas informsinya

  10. el fata February 14, 2015 at 2:17 pm

    assalaamu’alaikum…ikut gabubg yach….

  11. YB Syamsuddin February 24, 2015 at 6:28 am

    untuk menjadi perwakilan rumah wirausaha bagaimana caranya

  12. Abdulloh March 8, 2015 at 3:13 pm

    Assalamualaikum Mohon imfonya untuk setiap kajian dan pengajian bulanan atau seminar
    Kabari saya di no 081316013977

  13. azmi chan March 16, 2015 at 9:59 am

    Saya ingin bergabung dgn majlis taklim wira usaha, bljr serius tntng Bisnis Online. T ksh b Pak gmn caranya.

  14. dian March 22, 2015 at 5:56 pm

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. saya ingin mengembangkan usaha warung sembako saya tp kendala modalnya masih kurang, bagaimana solusinya tad? bila saya pinjam ke bank pastikan nanti ujung-ujungnya jd riba, solusi terbaiknya gimana tad? bisa dibalas ke e-mail saya. Wassalam

  15. Silvia March 26, 2015 at 11:36 am

    Assalamualaikum,bapak/ibu saya membutuhkan informasi contact person acara ta’lim yang akan diadakan padat ahad 29 Market 2015 di Pondok Laras

  16. azmi chan March 26, 2015 at 1:51 pm

    Assalamu’alaykum Pak, gmn crnya sy bljr melejitkan bisnis online km kpd siapa km hrs bljr bnyk,agar bs mnjd usaha yg mumpuni. T ksh bnyk atas bantuannya.

  17. Mujtahid Abd. Hafizh March 28, 2015 at 9:27 pm

    Apakah ada MTW di Lombok?

  18. zainal April 3, 2015 at 7:06 pm

    Ass..gmn dengan sy yg tinggal di makassar ? Untuk mengikuti pertemuan apa sy hrs ke jakarta..trms

  19. Wid April 30, 2015 at 10:50 am

    ingin sekali ikut majelisnya, adakah perwakilan didaerah Banten?