Admin1

Mini Market KITA MART Contoh Model Sharing Ekonomi Sesuai Syariah Karena Dimiliki Ratusan Orang

Mini Market KITA MART Contoh Model Sharing Ekonomi Sesuai Syariah Karena Dimiliki Ratusan Orang
Decrease Font Size Increase Font Size Text Size Print This Page

KITA MART – Mini Market Syariah dengan #SPIRIT 212 – Raih Transaksi Rp 43 Juta per Hari

 

 

“Mengapa Ummat HARUS Memilih KITA MART, bukan yang lain ?”

Pertanyaan tersebut kerap muncul setiap kali Saya diundang untuk mensosialisasikan KITA MART maupun saat memberikan ceramah dan kuliah umum baik di masjid, kampus, maupun perusahaan.

Setelah bergelut lebih 4 bulan sejak Januari 2017 bersama dengan tim di MTW membinani kelahiran KITA MART, konsultasi panjang kepada banyak ahli seperti pemilik sekaligus pendiri Wardah Cometic Ibu Nurhayati Subakat dan Pak Subakat, Pakar Branding Pak Bi dan Pakar Komunikasi Media Pak Ndang Sutisna, beberapa pemilik DC (Distribution Center) dan Konsultan Retail ternama, akhirnya KITA MART pertama lahir di wilayah Jati Asih, Bekasi, pada tanggal 29 Maret 2017 yang kemudian diikuti oleh  KITA MART Bojong Kulur yang didirikan dan dimiliki hampir 600 orang dan direalisasikan dalam waktu hanya 10 hari sejak pertemuan yang diwakili pendiri lebih dari 70 Badan Kontak K dan Musholla.

Ketika berpikir bisnis tentu saja kita tidak bisa hanya mengandalkan emosi sesaat. Bisnis memiliki pakem dan aturan yang sudah baku (business as ussual) dan memiliki Faktor Kunci Sukses (KSF) di industrinya masing-masing untuk menang dalam persaingan. Kita tidak bisa mengandalkan massa Aksi 212 sebagai calon pembeli Mini Market yang didirikan Ummat, mengapa?

Pertama, jumlah ummat Islam di Indonesia kurang lebih 226 juta jiwa, sedang peserta Aksi 212 katakanlah 7,4 juta jiwa. Artinya tidak semua ummat Islam mendukung Aksi 212, bahkan ada yang menentangnya

Kedua, kalau ummat Islam saja tidak semuanya mendukung, apatah lagi non muslim? Padahal didalam bisnis retail (Mini Market) keterlibatan pasar calon pembeli yang luas, yang meliputi kalangan masyarakat luas adalah sebuah keharusan.

Ketiga, Aksi 212 dan apapun yang beridiom 212 dianggap melawan atau berseberangan dengan pemerintah. Itu sebabnya berdasarkan hasil diskusi Saya dengan banyak pengusaha nasional dan pakar dibidang branding dan komunikasi tidak satupun merekomendasikan menggunakan 212 sebagai merek. Itu sebabnya berdasarlan hasil FGD (Fokus Grup Discussion) Kami menggunakan KITA MART sebagai merek.

Masalah penggunaan merek KITA MART masuk dalam logika Saya. Tapi masalahnya ketika kita memutuskan masuk ke industri retail (Mini Market) kita langsung berhadapan dengan dua raksasa,”Si Merah dan Si Biru” yang telah menguasai pasar dan jumlahnya lebih 37.000 outlet dengan seperangkat teknologi, dana trilyunan serta pengusaan industri dari hulu ke hilir. Bagaimana KITA MART bisa menang bersaing? Atau katakanlah bisa hadir dan tetap bertahan serta sustain di tengah masyarakat.

Keadaan ini memaksa Saya untuk berfikir keras memecahkan masalah ini. ALHAMDULILLAH dengan izin Allah, Saya menemukan beberapa Strategi Bersaing (Competitive Advantage) yang merupakan Value Creation dari KITA MART.

Satu hal yang menjadi kekuatan kita adalah Ummat. Ummat yang besar sebagai kekuatan purchasing power parity (kekuatan daya beli) itu yang harus kita jaga. Terbukti ketika ummat serentak teriak”Boikot SARI ROTI !”, maka Sari Rotipun limbung. Masalahnya Kita tidak memiliki solusi alternatif sebagai penggangi Sari Roti. Padahal apabila saat itu ummat memilik subtisusi pengganti Sari Roti, maka bisa dipastikan merek roti milik ummat akan tumbuh besar.

Meskipun begitu Ummat tidak boleh terus-menerus menjadi objek, produsen yang hanya mengayakan segelintir orang saja dan agar kekayaan tidak beredar hanya dikalangan orang tertentu, untuk itu Ummat perlu dilibatkan tidak hanya sebagai kosnumen tapi juga produsen, bahkan sekaligus PEMILIK. Untuk itulah KITA MART hadir di tengah ummat.

 

18221555_10155203262525675_3815012024438814223_n

Alhamdulillah rapat pagi ini (5/5) tim KITA MART dgn CEO Carrefour Indonesia +  Trans Mart, Syafi bin Syamsuddin dari Singapore dan Jajaran Direksi menyetujui utk mendukung teknologi dan DC (Dostribution Center) guna pembukaan KITA MART di seluruh Indonesia.

*9 Value Proposition Strategy KITA MART* yg kami sampaikan menjadi point of sales yg akan meleverage Kebangkitan Ekonomi Ummat mendapat support beliau dan jajaran direksi lainnya.

Ikhwan/Akhwat yang ingin memiliki KITA MART baik individu, grup, atau kolektif dapat menghubungi CEO KITA MART Bp.Sujana di +628123044611

 

Kita Mart Raih Transaksi Rp 43 Juta per Hari !! Padahal itu baru menerapkan 3 dari 10 Startegi Bersaing  yang di rumuskan Ust.Valentino Dinsi, MM, MBA.

INGIN tahu ke 10 Startegi Bersaing tersebut ?

Isi formulir dibawah ini apabila Anda ingin menjadi investor atau membuka KITA MART atau WARUNG KITA. Kami akan menghubungi Anda untuk hadir dalam acara SOSILAISASI KITA MART di kota Anda. Untuk konsultasi membuka KITA MART hubungi CEO KITA MART Bpk.Sujana di 0812 3044 611




Anda Ingin Menjadi Mitra, Membuka atau Berinvestasi di KITA MART ? Isi Form Dibawah ini
  • Saya Mengikuti Survei Sebagai*pilih salah satu
    Pemilik Warung
    Pemilik Mini Market
    Pengusaha Perusahaan Distribusi
    Pengusaha Produsen Produk Consumer Good
    Investor yang Ingin Membuka KITA MART atau Berinvesatasi Secara Berjama’ah

    0

  • Nama*nama lengkap

    1

  • Kota & Provinsi Tempat Tinggal Anda Saat Ini*Contoh: Surabaya, Jawa Timur

    2

  • Nomor Handphone*nomor yang aktif

    3

  • Email*alamat email yang valid

    4

  • Apakah Anda bersedia menyalurkan zakat, infaq & shadaqoh Anda utk MTW PEDULI KEMANUSIAAN*Utk santunan yatim & dhuafa, beasiswa pelajar, wakaf masjid dan pesantren, bencana kemanusiaan serta modal bergulir UMKM
    Ya, Saya bersedia

    26

  • 27

  • Comments*something more

    28

 

video-mental-pengusaha-muslim-sejati-841

 UST.VALENTINO DINSI, SE, MM, MBA

  1. Pimpinan MTW Pusat
  2. Ketua Umum JPMI, Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia
  3. Dewan Pakar DPP ICMI, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia
  4. Chairman IMBC, International Muslim Business Connection
  5. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Syariah 212 GNPF MUI
  6. Ketua 1 Koperasi Syariah 212
  7. Founder KITA MART, Mini Market Syariah dengan #SPIRIT 212

 

 

Silahkan SHARE bila dirasa ini bermanfaat. Dukung dan sebarkan kebaikan ini ke semua saudara-saudara dan sahabat Anda, ajaklah mereka berpartisipasi dalam kebaikan. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (H.R. Muslim)

GRATIS 10 Juta ++ Alamat Email Indonesia, 100 Juta ++ Alamat Email Internasional, 6.000 Lebih Alamat Milist, Data Base 230.537 Perusahaan Indonesia, 27.875 Perusahaan Luar Negeri, Database Situs Iklan Gratis, Database Forum, Software Pengirim Email Massal. Baca terus informasinya dibawah.

Daftar menjadi anggota MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) dan dapatkan 8 manfaat yang akan menjadikan Anda PENGUSAHA serta meningkatkan omset bisnis Anda !

daftar_sekarang

4 Responses to Mini Market KITA MART Contoh Model Sharing Ekonomi Sesuai Syariah Karena Dimiliki Ratusan Orang

  1. Hamzah May 24, 2017 at 4:00 pm

    Assalamualaikum..
    Pak, kami juga membuka koperasi syariah dikendari. Boleh kah kami minta bimbingan pengolan yg baik dan bagaimana caranya mengbangkan koperasi syariah ini.

    Reply
    • Admin1 June 26, 2017 at 8:44 am

      Insya Allah

      Reply
  2. Sri lutfiyani July 13, 2017 at 7:02 pm

    Assalamu’alaikum
    Pak.kami ingin membuka usaha di daerah brebes.
    untuk bisa gabung investor.gmna cra y ya.mohon bimbingan y
    mkasih

    Reply
    • Admin1 July 19, 2017 at 5:33 am

      alaikumussalam
      Silahkan isi saja formulinya staff kami akan menghubungi

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *